29 November 2025 - 19:54
Tingkat Ketidakamanan yang Tinggi bagi Perempuan Muslim di Transportasi Umum Inggris

Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa perempuan Muslim di Inggris menghadapi tingkat ketidakamanan, pelecehan, dan diskriminasi yang mengkhawatirkan di jaringan transportasi umum.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa perempuan Muslim di Inggris menghadapi tingkat ketidakamanan, pelecehan, dan diskriminasi yang mengkhawatirkan di jaringan transportasi umum. Laporan ini dirilis oleh Muslim Research Institute UK berdasarkan survei terhadap 1.155 Muslim di berbagai wilayah Inggris pada periode 9–20 November 2025.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 45,3 persen perempuan Muslim merasa tidak aman saat menggunakan transportasi umum, sementara 34,3 persen di antaranya mengaku pernah mengalami pelecehan langsung bermotif Islamofobia atau rasisme.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa perempuan Muslim lima kali lebih rentan merasa tidak aman dibandingkan perempuan lain di Inggris. Akibat kondisi ini, 69,4 persen responden mengubah pola perjalanan mereka, seperti menghindari waktu-waktu tertentu, mengubah cara berpakaian, atau memilih menggunakan taksi dengan biaya pribadi.

Penelitian ini juga menyoroti lemahnya perlindungan hukum, karena hanya 12,5 persen kasus yang dilaporkan, dan 69 persen pelapor menyatakan laporan mereka tidak ditanggapi secara serius oleh aparat.

Dalam situasi politik yang memanas atau meningkatnya aktivitas kelompok ekstrem kanan, lebih dari 96 persen perempuan Muslim merasa tingkat ancaman meningkat, dan lebih dari 90 persen mengubah rencana perjalanan mereka.

Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap menurunnya kepercayaan perempuan Muslim terhadap institusi keamanan dan kepolisian, sehingga banyak kasus pelecehan berlangsung tanpa penanganan hukum yang memadai.

Dorongan Gerbong Khusus Perempuan

Seiring meningkatnya kekhawatiran publik, sebuah petisi pembentukan gerbong khusus perempuan telah mengumpulkan lebih dari 13 ribu tanda tangan. Petisi ini digagas oleh Camille Brown, mahasiswi berusia 21 tahun dari University College London.

Petisi tersebut muncul setelah laporan dari kepolisian transportasi Inggris yang menyebutkan bahwa lebih dari sepertiga perempuan di Inggris pernah mengalami pelecehan di transportasi umum setidaknya satu kali sepanjang hidup mereka.

Organisasi-organisasi Islam di Inggris mendesak pemerintah, otoritas transportasi, serta kepolisian untuk segera mengambil langkah konkret, termasuk peningkatan pengamanan, pelatihan wajib anti-Islamofobia bagi petugas, serta mekanisme intervensi cepat di lapangan.

Your Comment

You are replying to: .
captcha